Ternak Ayam Kampung Modal Kecil

Ternak Ayam Kampung Modal Kecil, Begini Caranya

Posted on

Bagaimana jika saya ingin ternak ayam kampung modal kecil? Pertanyaan tersebut seringkali dilontarkan para peternak atau mereka yang baru berniat ternak ayam kampung. Memang, ayam kampung menjadi komoditi sangat populer di Indonesia. Daging dan telurnya bisa dijual dan menghasilkan pundi-pundi. Ayam kampung juga sangat populer karena lebih sehat dibanding ayam pedaging. Tak seperti ayam pedaging yang diguyur vaksin dan obat-obatan, ayam kampung relatif lebih aman karena tanpa obat.

Jika Anda hendak beternak ayam kampung namun terkendala modal kecil, jangan khawatir! Dimana ada keinginan, pasti ada jalan. Berikut ini tips-tips yang bisa Anda ikuti.

Persiapan Kandang

Di tahap awal, Anda harus menyiapkan kandang. Pilihlah lokasi kandang yang tidak terlalu jauh dari rumah Anda agar lebih mudah dalam hal pengawasan. Anda bisa membuat kandang tertutup dengan dikelilingi pagar, agar ayam bisa bebas berkeliaran tanpa keluar dari pagar dan mengganggu tetangga. Pastikan dinding kandang rapat agar tak disatroni hewan pemangsa.

Tinggi kandang usahakan minimal 3 meter. Anda juga harus memisahkan ayam dewasa dan ayam baru ditetaskan, maka kandang perlu disekat. Jangan lupa bersihkan kandang secara berkala. Sebaiknya bersihkan kandang seminggu sebelum ditempati dan setelah panen.

Pemilihan Induk

Pemilihan indukan ayam kampung menjadi hal yang sangat penting. Indukan ayam kampung yang berkualitas akan menghasilkan keturunan yang berkualitas pulas. Maka dari itu, pilihlah indukan dengan ciri-ciri suara kokok lantang, bulunya mengkilap, sehat dan tidak cacat, serta bergerak aktif.

Untuk indukan betina, pastikan ia memiliki warna menarik dan ukuran tubuh besar, agresif serta sehat tanpa cacat. Untuk mempercepat reproduksi, isilah satu kandang dengan 1 jantan dan 5 hingga 10 betina.

READ  Aspek Penting Yang Menjadi Pertimbangan Pemberian Pakan Ayam Pedaging

Proses Mengawinkan Indukan

Jika kedua indukan telah siap kawin, Anda hanya perlu menunggu hingga para indukan melakukan perkawinan. Berikan pakan secara teratur, idealnya 3 kali sehari agar para indukan tetap sehat. Anda bisa mengkombinasikan pellet dan jagung giling. Jika proses perkawinan berhasil, indukan betina biasanya akan lebih rewel dari biasanya. Jika sudah terjadi demikian, segera siapkan kandang untuk sang betina bertelur. Satu ekor indukan betina biasanya bertelur kisaran 5 hingga 14 biji dalam sekali bertelur.

Proses Menetaskan Telur

Untuk mempercepat proses penetasan telur, Anda bisa melakukan proses buatan, sehingga waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 14 hingga 20 hari saja. Langkang-langkahnya ialah:

  1. Buat kotak penetasan
  2. Beri lamu 10 watt, bisa lampu neon ataupun lampu bohlam
  3. Letakkan telur di bawah lampu
  4. Tunggu hingga telur menetas

Setelah menetas, kini waktunya Anda memelihara anakan ayam kampung. Lakukan pemeliharaan secara intensif. Pisahkan kandang anakan dengan kandang ayam yang telah dewasa agar pertumbuhan mereka tidak terhambat. Di usia 0 hingga 2 bulan, Anda bisa memberi pakan jagung yang telah digiling halus. Beri pakan secara teratur yaitu 3 hari sekali.

Jika ayam sudah berusia kisaran 1 hingga 3 bulan, maka ia siap dijual. Idealnya, ayam yang siap jual juga harus memenuhi standar bobot, yakni 1 hingga 2 kg, tergantung permintaan pasar.

Semoga informasi mengenai ternak ayam kampung modal kecil ini membantu, terima kasih sudah membaca dan sukses selalu.