Penyakit ayam broiler
Penyakit ayam broiler

5 Jenis Penyakit Ayam Broiler Yang Harus Diwaspadai

Posted on

Apa saja penyakit ayam broiler yang dapat mengancam ternak Anda? bagaimana mengenalinya dan apa cara efektif mengatasinya?

Salah satu kendala dalam menjalankan usaha ternak ayam broiler adalah penyakit.  Penyakit ayam broiler akan menyebabkan produksi menurun bahkan dapat menyebabkan ayam mati dan peternak merugi.

Namun sebenarnya, banyak dari jenis penyakit ayam broiler ini dapat dicegah dan diatasi dini,sehingga tidak sempat menimbulkan masalah yang serius. Ini dapat dilakukan tentu dengan syarat kondisi ternak terdiagnosa dengan dini.

Lalu apa saja penyakit ayam brolier yang perlu diwaspadai oleh peternak?

Kolibasislosis

Ini adalah jenis penyakit ayam broiler yang akan mempengaruhi kesehatan pencernaan dan pernafasan ayam. Penyakit ini disebabkan oleh pengaruh infeksi bakteri Escherichia colli. Secara alami bakteri ini hidup dalam usus pada kadar kecil untuk membantu proses pembusukan makanan pada usus.

Tetapi ketika lingkungan tempat pemeliharaan ayam tidak cukup bersih, memiliki sanitasi yang buruk, vertilasi yang tidak sehat, maka bakteri Escherichia colli akan berkembang biak, mengontaminasi air minum dan makanan dan berakibat gangguan pada ternak

Biasanya ternak ayam yang menunjukan sejumlah gejala seperti lesu, lemas, kusam, sesak nafas, diare dan keluarnya lendir dari anus. Untuk mengatasi penyakit aya broiler ini adalah sejumlah obat antibiotik dan anti radang seperti trimetropim, sulfadiazin, ampicilin, colistin, neomycin, dan enrofloksasin.

Tetelo (Newcastle Disease)

Tetelo adalah salah satu penyakit klasik dari ternak ayam. Tidak hanya menjadi penyakit ayam broiler tetapi juga penyakit dari jenis ayam lain. Penyakit ayam broiler ini disebabkan oleh infeksi virus Paramyxo.

Virus ini akan menyerang sistem pernafasan sehingga akan menimbulkan sejumlah gejala seperti sesak nafas, batuk, hidung berlendir dan suara mendengkur. Ayam juga akan menunjukan sejumlah kondisi seperti tubuh gemetar, kejang dan  jalan limbung.

Pada kondisi yang berat, tetelo akan menyebabkan ayam mengalami diare berat dengan warna keputihan. Juga mengalami kondisi kelumpuhan dan leher terpelintir.  Pada dasarnya, kondisi ini tidak ada obatnya.

Pemberian multivitamin dan antibiotik akan menjadi pencegahan untuk munculnya kondisi sekunder. Tetapi tidak dapat mengatasi masalah. Penyakit ini hanya dapat dicegah dengan vaksinasi.

Chronic Respiratory Disease (CRD)

Ini adalah jenis penyakit ayam broiler yang menyerang sistem pernafasan. Disebabkan oleh infeksi bakteri Mycoplasma galliseptiucum. Penyakit ini akan ditandai dengan sejumlah gejala seperti sesak nafas, ngorok dan menghasilkan lendir pada hidung dan mulut.

Ini adalah jenis penyakit ayam broiler yang menyerang sistem pernafasan. Disebabkan oleh infeksi bakteri Mycoplasma galliseptiucum. Penyakit ini akan ditandai dengan sejumlah gejala seperti sesak nafas, ngorok dan menghasilkan lendir pada hidung dan mulut.

Pada umumnya penyakit ini memiliki efek menular yang cepat. Ketika satu ayam terserang penyakit ini maka akan dengan cepat menular pada ayam lainnya dalam satu kandang. Akan lebih baik untuk segera memisahkan ayam sedini mungkin.

Pemberian terapi antibiotik akan membantu seperti doksisiklin, erythromycin, kakamycin, dan enrofloksasin. Sementara pencegahannya adalah dengan terapi ventilasi yang baik, sanitasi yang sehat dan tingkat kepadatan kandang yang tepat.

Omphalitis

Ini adalah jenis peradangan pada pusar. Ini memunculkan semacam borok atau kudis pada pusar. Ayam akan mengalami sejumlah gejala lain seperti mengantuk, kepala menunduk dan mengalami demam. Demam terjadi akibat serangan infeksi berat dari bakteri Caliform, Staphylococcus, dan Pseudomonas.

Antibiotik seperti doksisiklin, erythromycin, kakamycin, dan enrofloksasin adalah terapi yang paling banyak dipilih untuk atasi penyakit. Selain itu, ayam akan mendapatkan terapi anti inflamasi untuk meredakan peradangan pada pusar.

Ayam yang dipelihara dalam kandang yang tidak sehat, bersanitasi dan ventilasi buruk akan memiliki potensi infeksi yang lebih berat. Beberapa ayam dengan masalah heat stress atau tertekan akibat suhu kandang yang tinggi juga memiliki resiko lebih tinggi.

Infeksi Coryza

Masih menjadi penyakit infeksi yang menyerang pernafasan. Gejala yang ditunjukan antara lain munculnya lendir hidung dan mulut, kadang sekitar mata juga tampak berlendir. Ayam juga akan sering bersin dan susah bernafas.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Haemophilus paragallinarum. Dan karenanya akan efektif untuk diatasi dengan sejumlah antibiotik seperti erytromisin, sulfadiazin, ampisilin, trimetropim, dan tetrasiklin.

Itulah sejumlah penyakit ayam broiler yang perlu diwaspadai oleh peternak. Pastikan untuk selalu rutin menjaga kebersihan kandang dengan kondisi kandang yang sehat dan sesuai standar. Ini akan membantu peternak mencegah efektif penyakit ayam broiler.

Baca juga : Pengendalian hama dan penyakit ayam broiler