Dry Food vs Wet Food Untuk Kucing

Posted on

Dry Food vs Wet Food Untuk Kucing

Dry Food vs Wet Food Untuk Kucing – Makanan apa yang biasa kamu berikan pada si manis? Dry food? Atau wet food? Atau keduanya? Sering kali kita bingung tentang makanan yang sebaiknya kita berikan pada kucing lucu kita. Untuk lebih memahami Dry Food vs Wet Food Untuk Kucing, kita perlu mengerti tentang fisiologi kucing.

Berbeda dengan anjing yang merupakan hewan omnivora, kucing merupakan karnivora yang membutuhkan daging sebagai makanannya. Hewan karnivora memiliki sistem pencernaan pendek karena mereka tidak perlu menghancurkan selulosa yang ditemukan pada tumbuhan. Memberikan makanan yang mengandung selulosa pada kucing dapat menimbulkan masalah pencernaan.

Makanan seperti sayuran, nasi, roti, buah, dapat berbahaya untuk kucing, sebab kucing tidak dapat mencernanya. Kucing membutuhkan daging sebagai sumber makanan utamanya, karena mengandung protein yang tinggi dan sesuai dengan sistem pencernaan kucing. Kucing sendiri pada aslinya merupakan hewan predator yang berburu dan memakan mangsanya secara langsung.

Setelah membaca tulisan di atas, kamu pasti berfikir bahwa wet food lebih baik dari dry food? Eits, nanti dulu. Wet food tidak selalu lebih baik dari dry food, kok. Tapi, bukan berarti dry food lebih baik dari wet food juga.

Makanan kucing berupa pelet atau dry food memang lebih mudah untuk diberikan ke kucing, selain penyimpanannya yang mudah. Akan tetapi, dry food hanya memiliki kandungan air 10%. Sementara, kucing pada dasarnya memakan buruannya yang memiliki kandungan air sebesar 70%. Bila kekurangan air, kucing dapat mengalami dehidrasi dan mengalami kematian. Berdasarkan Purina, kandungan air yang dibutuhkan kucing setiap harinya adalah satu gelas setiap 10 pound berat badannya selama 24 jam. Tidak hanya itu, dry food pada kucing sama saja fast food atau junk food pada manusia. Seperti yang kita tau, junk food atau fast food menyebabkan obesitas dan memiliki nutrisi yang buruk. Begitu juga dengan dry food kucing. Dry food memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dari pada wet food, dan nutrisi yang diberikan juga kurang.

READ  Mengenal Kucing Maine Coon - Sejarah, Ciri, dan Keunikan Karakteristiknya - Kucing Maine Coon

Berlainan dengan dry food, sering kali kita disulitkan dengan penyimpanan wet food. Selain itu, menyiapkan makanan kucing akan menjadi hal yang merepotkan. Belum lagi masalah penyakit pada gigi dapat dialami oleh kucing kesayangan kita, sebab wet food merupakan makanan yang lunak dan dapat tertinggal dengan mudah di gigi kucing.

Kalau begitu, kucingku di kasih makan apa dong? Pasti ini yang ada dibenak kamu. Untuk mengatasi hal ini, kamu dapat melakukan 3 hal berikut :

  • Mengecek Label Makanan

Menurut Jennifer Larsen, DVM, PhD, ahli konsultan nutrisi di klinik nutrisi William R. Pritchard Veterinary Medical Teaching Hospital memilih makanan yang terbaik untuk kucing dapat dilakukan dengan mengecek label makanannya. Pastikan bahwa label makanan kucing kita diakui dan memiliki tanda check oleh American Association of Feed Control Officials (AAFCO).

  • Mengatur diet sesuai nutrisi

Secara berkala, kamu dapat memberikan nutrisi sesuai diet atau makanan yang dibutuhkan kucingmu. Biasanya, kucing membutuhkan sekitar 20 kalori setiap pound berat badannya. Cara yang dapat kamu lakukan dalam mengatur nutrisi dan kebutuhan kalorinya adalah dengan memberikan dry food dan wet food secara bergantian. Kamu juga dapat mencari resep untuk wet food kucingmu dari internet.

  • Membersihkan gigi kucing

Untuk menghindari masalah kesehatan gigi dan mulut kucing, kamu bisa membersihkan gigi kucing kesayanganmu. Sekarang, sudah banyak kok pet shop yang menyediakan sikat gigi khusus untuk kucing.

Demikianlah tadi sedikit pembahasan tentang Dry Food vs Wet Food Untuk Kucing. Sekarang, sudah tidak bingung lagi ‘kan menentukan makanan untuk kucingmu? Selain mengikuti tips di atas, kamu juga bisa berkonsultasi ke dokter hewan langganan kamu mengenai makanan yang tepat untuk diberikan ke si manis. Selamat mencoba!

READ  Pasir Kucing, Perawatannya Gimana Sih?