Budidaya benur udang
Budidaya benur udang

Budidaya Benur Udang, Potensi Menarik Lain dari Usaha Ternak Udang

Posted on

Selain usaha  ternak udang vaname atau windu yang dikenal sangat potensial, ada potensi lain dari industri udang, budidaya benur udang. Bagaimana potensi lengkapnya?

Ketika kita bicara tentang usaha ternak, kita kadang melupakan akan adanya banyak potensi usaha lain selain potensi usaha utama. Ini akan menjadi alternatif pendapatan tambahan. Dan ini juga justru menjadi solusi bagi Anda yang ingin mencari sumber pendapatan alternatif dari dunia agro. Tentu dengan biaya yang lebih terjangkau.

Seperti yang satu ini, budidaya benur udang, untuk mensuplai kebutuhan bibit atau benur udang pada usaha ternak udang. Ini dapat menjadi tambahan penghasilan dari usaha ternak udang konvensional yang sudah Anda jalankan. Tetapi juga bisa menjadi solusi untuk Anda yang hanya memiliki modal terbatas dan lahan terbatas.

Potensi dari budidaya benur udang juga terbilang sangat baik saat ini. Apalagi bila yang Anda biakan adalah jenis benur udang vaname yang saat ini tengah banyak dikembangkan sebagai udang konsumsi. Atau benur udang hias yang perekornya ketika dewasa bisa mencapai harga relatif tinggi.

Saat ini jumlah benur udang vaname yang dibutuhkan pasaran bisa mencapai 170 juta ekor setiap bulannya. Suplai di pasar relatif tidak sebanding dengan tingginya permintaan. Bahkan kadang pemesanan harus antri sampai 3 bulan karena sulitnya mendapatkan suplai.

Dari data lain yang diungkap dalam Departemen Pertanian dijelaskan bahwa Target produksi udang vaname di Indonesia sejak tahun 2005 sudah meningkat hingga level 540 ribu ton. Ini artinya diperlukan benur udang hingga kisaran 50 milyar ekor.

Ini baru potensi dari benur udang vaname. Kita belum bicara soal benur udang windu yang lebih potensial lagi. ketersediaan pasar untuk produk benur udang windu di Indonesia jauh lebih rendah dari benur udang vaname.

Padahal pasar ekspor dari udang windu sangat besar, dan sampai saat ini pasar dunia masih menggemari udang windu Indonesia. Dan sampai saat ini pelaku udang windu di Indonesia juga mengakui sulitnya mendapatkan benur udang windu.

Budidaya benur udang akan panen dengan lebih cepat. karena proses pembiakan benur secara umum hanya memakan waktu 20 hari saja. Ini berupa kisaran 6 – 8 hari sebagai larva dan kisaran 10 – 12 harian sebagai benur udang atau PL. Di pasaran usia 10 – 12 hari ini disebut dengan PL 10 atau PL 12. Meski di lapangan beberapa peternak juga mencari benur udang usia PL8 dan PL 9. Biasanya harga pasaran dari benur udang ada pada kisaran 100 ribu sampai 120 ribu untuk 10 ribu ekor.

Masalahnya memang suplai di pasar tidak sebanyak permintaan yang ada. Ketersediaan benur terkendala oleh sulitnya budidaya benur udang dijalankan. Meski sebenarnya, kesulitan dari budidaya benur udang tidak seberat yang selama ini banyak diasumsikan orang.

Masalah terbesar dari budidaya benur udang adalah ketahanan dari benur dan larva udang yang relatif rendah.  Selain itu, justru usaha budidaya benur udang Anda hanya  memerlukan lahan yang terbatas. Kolam berukuran kisaran 2 x 4 meter dalam jumlah 4 buah saja sudah cukup untuk menampung usaha budidaya benur udang.

Ini artinya usaha semacam ini dapat dengan sederhana Anda jalankan di pekarangan rumah Anda. mengandalkan sistem sanitasi dengan pompa air yang berkualitas, sistem suplai oksigen dan tentu saja sumber air dengan kualitas yang sangat baik.

Masalah air inilah yang kadang menjadi sumber masalah. Benur dan larva udang demikian sensitif dengan senyawa kimia tidak organik dalam air. bahkan kelebihan kadar Hidrogen saja akan menurunkan potensi benur bertahan hidup.

Air perlu diendapkan dulu setidaknya 10 hari atau bahkan 15 hari untuk menghilangkan kadar senyawa toksin dan kimia tidak organik di dalamnya. Setelah itu, dibantu untuk membentuk plankton  alami dengan proses fermentasi sekitar 15 hari. Artinya, air perlu didiamkan selama kisaran 25 – 30 hari sebelum siap disalurkan menuju kolam pembiakan. Tentu dengan memastikan air bebas dari efek kontaminasi senyawa tidak diinginkan lain.

Dengan gambaran ini Anda dapat lihat, sekalipun mungkin sedikit rumit, budidya benur udang sebenarnya secara ekonomis sangat terjangkau. Modal awal Anda adalah kolam serta beberapa indukan dan pejantan. Dengan pakan yang minimal karena sebagian suplai pakan dipenuhi dengan plankton. Sementara hasil yang Anda dapatkan relatif tinggi dengan perputaran yang cepat.

Baca juga : Bagaimana Menjalankan Usaha Ternak Benur Udang?