Bekal Awal Usaha Ternak Hewan, Kenali Dulu Beda Kambing dan Domba

Beda Kambing dan Domba

Kambing dan domba sekilas memang mirip. Tapi ternyata keduanya berbeda jauh, termasuk juga cara perawatannya sebagai hewan ternak. Ini dia beda kambing dan domba.

Bagi sebagian orang, kambing dan domba dianggap sama. Kesamaan fisik yang demikian dekat membuat kita tidak menganggap keduanya sebagai jenis hewan berbeda. Padahal, ternyata kambing dan domba itu berbeda. Untuk itu kali ini kita akan mencoba mengulas mengenai beda kambing dan domba.

Memahami keduanya, mengenali karakternya dan sifat bawaan dari masing-masing jenis hewan tersebut adalah bekal penting kalau Anda tertarik membudidayakan kambing atau domba sebagai usaha hewan ternak.

Sebenarnya memang tidak heran kalau mereka tampak serupa. Secara biologi keduanya memang berkerabat. Tetapi keduanya secara ilmiah dinyatakan sebagai spesies berbeda. nama latin dari kambing adalah Capra hirpus sementara domba disebut Ovis aries.

Lalu apa saja beda kambing dan domba tersebut? Berikut di antaranya.

Bentuk bulu

Bulu adalah beda paling mendasar dari kedua hewan budidaya ini. bulu pada domba menjadi ciri khas yang membedakannya dengan kambing. Bulu pada domba khas tampak lebih keriting, menggimbal dan padat.

Sedang pada kambing biasanya berbulu cenderung lurus.  Beberapa jenis kambing berbulu tipis dan pendek sampai tidak terlalu kentara. Beberapa kambing berbulu tebal, tetapi tidak keriting melainkan lurus menjurai.

Bulu pada domba harus secara reguler dicukur. Karena sifatnya yang menggimbal, semakin panjang bulu akan semakin tebal, kusut dan kadang sulit dibersihkan. Kotoran akan mudah tersangkut di dalamnya. Bulu dari domba juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku wool.

Bentuk tanduk

Kambing dan domba pada umumnya sama-sama bertanduk. Bahkan kadang betina sekalipun juga bertanduk. Beda kambing dan domba lainnya adalah pada bentuk tanduknya. Pada domba, tanduk dapat menjadi sangat dominan, berukuran besar,melengkung dan beberapa bahkan sampai melingkar di kanan dan kiri wajah. 

Sedang pada kambing, tanduk dapat muncul beragam. Tetapi secara umum, tanduk kambing cenderung tidak besar. Kadang tidak dominan dibandingkan dengan telinga mereka, tertutup oleh bulu. Tanduk kambing mencuat keatas, dan kadang hanya seperti tombol kecil di atas kepala. Meski ada sejumlah kambing dengan tanduk relatif lebih besar.

Bentuk telinga

Telinga adalah bagian yang paling mudah dikenali untuk menemukan beda kambing dan domba. Karena telinga keduanya sangat berbeda jauh. Telinga kambing lebih besar, kadang menjuntai lemas. Sedang telinga domba lebih kecil, mencuat ke atas.

Postur tubuh

Beda kambing dan domba lain terletak pada posturnya. Kambing biasanya berpostur seperti gilik, memanjang lonjong. Beberapa kambing tampak gempal dan padat di area tengah atau ekor, tetapi secara umum, postur mereka tetap melonjong.

Beda dengan domba yang berpostur bulat memanjang. Kaki domba yang pendek akan semakin membuat kambing tampak bulat. Sementara lemak dalam area perutnya relatif dominan. Itu sebabnya daging domba cenderung lebih berlemak dibandingkan daging kambing.

Tidak hanya berlemak, sebenarnya porsi daging dalam domba lebih banyak dari kambing. Tetapi daging kambing lebih padat dan berisi. Aroma dari daging kambing juga lebih kuat, tetapi konon inilah justru yang menyebabkan daging kambing lebih lezat.

Pemeliharaan kambing dan domba

Untuk memelihara kambing, Anda bisa membuat kandang berbentuk ruang-ruang dengan satu kambing tiap ruang. Atau menggabungkannya dengan kambing lain. sifatnya cenderung lebih tenang, jadi ruang geraknya tidak terlalu besar

Sedang domba akan merasa lebih nyaman dimasukan kandang untuk satu kawanan dibandingkan dipisah-pisah. Cenderung bergerak sehingga membutuhkan ruang lebih besar. Itu sebabnya kandang untuk domba harus besar dengan daya tampung banyak.

Kambing juga dapat di gembala tetapi sifatnya lebih sulit diatur dibandingkan domba. Domba cenderung hidup berkelompok secara alami, sehingga ketika digembala mereka mudah untuk diatur berjalan dalam kelompok. Domba memiliki sifat panik, jadi jangan kagetkan domba supaya tidak bergerak tidak terarah dan terpisah dari rombongan.

Domba cenderung lebih suka dedaunan dari rerumputan. Atau menyukai rumput dari jenis padi2an daripada rumput pendek liar biasa. Sedang kambing cenderung lebih bebas dalam makan. Kambing bisa makan rerumputan biasa sampai daun talas yang sedikit basah.

Secara berkala peternak harus mencukur bulu domba, karena bila terlalu tebal dapat saja sejumlah kutu terjebak di dalamnya dan menciptakan borok pada kulit. Kambing tidak memerlukan perawatan semacam ini. bulu domba ini dapat dimanfaatkan sebagai pendapatan tambahan sebagai bahan baku wool.

Di sisi lain, kebanyakan domba tidak dijadikan penghasil susu. Berbeda dengan kambing yang secara alami banyak dimanfaatkan susunya bahkan susu kambing juga dikembangkan sebagai bahan kefir dan keju.

Itulah sejumlah beda kambing dan domba yang perlu untuk Anda pahami. ini akan menjadi dasar Anda sebelum mulai menentukan akan menjalankan budidaya domba atau kambing untuk usaha ternak hewan yang akan Anda kembangkan.

Baca juga : Macam jenis Kambing Pedaging Yang Lazim Diternakan Di Indonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.