Ketika Keajaiban Alquran Bisa Pulihkan Ingatan Udin, sang Hafiz Cilik

Ketika Keajaiban Alquran Bisa Pulihkan Ingatan Udin, sang Hafiz Cilik


Selalu ada berkah dan keajaiban di balik setiap kegiatan yang diridai Tuhan, termasuk menghafal Alquran. Hal ini juga dialami oleh Udin, siswa Daarul Huffazh Surabaya yang hampir menyelesaikan hafalan Juz 30, usai ia kehilangan semua ingatannya.

Saat balita, Udin pernah mengalami gejala mirip meningitis atau radang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Udin tiba-tiba mengalami demam tinggi yang menyebabkan dirinya harus menjalani pungsi lumbal atau pengambilan cairan di sekitar sumsum tulang belakang (CSF--cerebro spinal fluid) untuk mendiagnosis penyakitnya. 

Dampak dari penyakit tersebut, Udin kehilangan semua memorinya. Udin tidak mampu mengingat nama lengkapnya, alamat rumahnya, bahkan usia dan tanggal lahirnya. Ia kesulitan menyimpan informasi ke dalam memori. Udin hanya tersenyum sopan saat Basra mengajukan pertanyaan tersebut. Udin tampak kesulitan mengingat dan mengolah informasi. 

Pendiri Rumah Tahfizh Daarul Huffazh, Ustazah Kholishotul Qolbiyyah, S.Pd.I, mengatakan bahwa dulu Udin pernah bersekolah di SD reguler, tapi kemudian dipindahkan karena orang tuanya merasa Udin tidak mampu mengikuti pelajaran. Baru sekitar dua tahun lalu, orang tua Udin menitipkannya untuk belajar Alquran.

''Ibunya bilang, terserah Udin diajarkan apa. Anak ini bisa baca huruf saja sudah Alhamdulillah. Siapa sangka, dengan izin Allah ternyata hafalan Udin tidak hilang. Dia ingat semua surat-surat yang telah dipelajari,'' kata Ustazah Kholishotul bangga. 

Kini, ingatan Udin memang belum pulih sepenuhnya. Pertanyaan mendasar seperti nama lengkap, usia, alamat, belum bisa terekam dengan baik dalam memorinya. Namun, pelan-pelan, ia mulai bisa menghafal nama guru dan teman-temannya. 

Menurut Ustazah Kholishotul, ingatan Udin semakin membaik sejak belajar Alquran. Dulu, saat pertama kali masuk Rumah Tahfizh Daarul Huffazh, Udin menyebut semua guru hanya dengan satu nama. Kini, ia sudah mulai hafal nama masing-masing gurunya. 

Saat Basra meminta Udin menampilkan hafalan Alquran-nya, Udin memilih Surat An Naba. Berikut videonya yang diunggah dalam akun Instagram Basra:


Kisah AbuBakar yang Menghafal Alquran di Atas Motor


Mengaji di atas motor, inilah yang dilakukan AbuBakar Abdulloh Al Qosam dan ibunya, Hana Rohadatul Aisy, setiap hari. Saat berangkat ke suatu tempat, AbuBakar dan sang ibu, yang juga seorang ustazah, akan mulai menghafalkan lima ayat. Saat perjalanan pulang pun juga demikian, AbuBakar akan mulai menghafal lima ayat baru. 

Kini, di usia tiga tahun, AbuBakar hampir menyelesaikan hafalan juz 30 dan 10 hadis. ''Insyaallah akan menyelesaikan satu juz. Hafalannya dimulai dari juz 30, lalu 29, 28, dan seterusnya,'' kata Ustazah Hana pada Basra (7/5). 
Berikut video AbuBakar ketika sedang menghafalkan Alquran, yang juga diunggah dalam akun Instagram Basra:



Persiapan Ustazah Hana melatih AbuBakar hafal Alquran dimulai sejak putra sulungnya berusia 1,5 tahun. Meski saat itu kemampuan bicara AbuBakar masih terbatas tapi dia sudah dikenalkan kalimat thayyibah. '

'Pas baru belajar ngomong saya kenalkan dia ucapan Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (segala pujian bagi Allah), Allahu Akbar (Allah Maha Besar) yang sehari-hari diucapkan,'' kata Ustazah Hana, yang juga menjadi Kepala Sekolah TK Daarul Huffazh Surabaya. 

Barulah, di usia dua tahun AbuBakar mulai dilatih menghafal Alquran. Hafalan pertamanya Surat Al Ikhlas dan Surat Al Fatihah. ''Tapi namanya anak kadang bisa cepat menghafalnya, kadang butuh waktu lebih lama. Kuncinya orang tua harus telaten,'' kata ustazah yang juga ibu dua anak ini. (Reporter: Windy Goestiana)

source: kumparan.com