Tips Jitu Mengawinkan Burung Lovebird


Tertarik untuk menjalankan budidaya burung Lovebird? Pahami dulu tantangan dari usaha satu ini. Karena ternyata menjodohkan dan mengawinkan burung Lovebird bukan perkara mudah. Burung Lovebird dikenal pemilih dan sulit dijodohkan paksa. Untuk itu perhatikan dulu cara beternak sukses satu ini, tips mengawinkan burung lovebird yang anti gagal ini.

Burung Lovebird memang dikenal unik, dan keunikannya itulah mengapa burung ini kemudian disebut Lovebird. Burung ini setia, mereka tidak mudah berganti pasangan bahkan hingga akhir hayat. Akan tetapi, burung Lovebird juga tidak mudah dijodohkan begitu saja. Bisa jadi pasangan yang Anda pilihkan tidak sesuai untuk mereka.  Alih-alih berjodoh, mereka malah bertengkar ketika disatukan.

Kenapa Mengawinkan Burung Lovebird Sulit?

Mungkin karena satu untuk seumur hidup mereka cukup selektif dalam memilih. Itu sebabnya, mengawinkan burung Lovebird jadi sulit. Ada banyak alasan kenapa menjodohkan burung Lovebird gagal seperti beberapa hal berikut.

  1. Dilakukan tidak di masa birahi
  2. Pasangan sebenarnya sudah memiliki pasangan sebelumnya
  3. Beda usia yang terlalu jauh
  4. Penjantan yang kurang bisa mendominasi
  5. Proses perkenalan yang terlalu cepat

Tips Mengawinkan Lovebird

Untuk Anda yang tengah menjalankan usaha ternak burung Lovebird, salah satu cara beternak sukses yang perlu Anda cermati adalah bagaimana cara untuk mengawinkan burung Lovebird dengan sukses. Dengan ini Anda akan menghasilkan anakan burung Lovebird yang bisa Anda jual ke pasaran. Atau juga bisa Anda besarkan dan ajarkan untuk menjadi burung Lovebird gocer.

Lalu, bagaimana tips untuk mengawinkan burung Lovebird?

Pilih burung Lovebird yang memang sudah memasuki masa kawin

Ketahui burung mana yang sudah memasuki usia matang untuk kawin, biasanya pada usia kisaran 9 – 12 bulan. Pahami betul bahwa mereka memang sudah memasuki masa birahi. Anda bisa berpatokan pada perubahan perilaku burung yang lebih agresif dan responsif terhadap kicauan. Bisa pula berdasar musim kawin pada umumnya.

Proses perjodohan

Selain aspek birahi dan masa kawin, perhatikan pula bilamana burung tampak mulai memilih pasangan atau belum. Beberapa orang cenderung menyatukan beberapa burung Lovebird dalam satu kandang karena dasarnya burung Lovebird bersifat koloni.

Tidak jarang secara tidak disengaja mereka sudah menentukan pilihannya sendiri. Anda bisa melihat dengan perilaku pejantan dan betina yang terus mendekat, kadang penjantan menyuapi betina atau berkicau bersahutan.

Bila penjantan atau betina belum memiliki pasangan, baru Anda perlu menjodohkan pejantan dan betina yang Anda sudah pilih sebelumnya. Bantu mereka untuk dekat dengan tips mengawinkan burung Lovebird ini.

Awali dengan memisahkan keduanya dalam kandang terpisah, tetapi tidak jauh dari kawanan. Jajarkan kandang keduanya supaya mereka kerap berinteraksi. Bahkan letakan pakan berdekatan supaya interaksi mereka semakin baik.

Tunggu sampai mereka dekat dan menunjukan interaksi sebagaimana di atas untuk tahapan berikutnya. Cara ini memang tidak sepraktis dengan menyatukan beberapa Lovebird dalam satu koloni dan membiarkan mereka menemukan jodohnya sendiri.

Proses pengawinan

Bila dirasa penjantan dan betina sudah cukup dekat dan tampak kasmaran, Anda bisa coba melangkah ke tips mengawinkan burung Lovebird berikutnya. Masukan keduanya dalam satu kandang dan beri sedikit jarak dari kawanannya.

Bantu stimulasi proses perkawinan dengan pakan yang menunjang kebugaran seperti sayuran dan biji-bijian yang kaya protein. Kadang Anda perlu membiarkan keduanya tetap bersama sampai masa bertelur dan pengeraman. Namun, beberapa peternak juga memilih menyatukan mereka kembali dalam kawanan bila proses perkawinan selesai.

Begitu burung Lovebird mendapatkan pasangan, mereka akan cenderung setia dengan pilihannya dalam jangka panjang. Keduanya akan terlihat bersama bahkan selama masa pengeraman, pemeliharaan anakan dan masa kawin berikutnya. Bila tahapan ini didapat, maka artinya tips mengawinkan burung Lovebird ini sukses Anda jalankan.