Bagaimana Menjalankan Usaha Ternak Benur Udang?


Bagaimana cara menjalankan usaha ternak benur udang? Adakah hal khusus yang perlu dicermati supaya usaha ini berjalan lancar?

Sebagaimana dijelaskan pada ulasan sebelumnya di sini, bahwa usaha benur udang memiliki potensi yang tidak kalah besar dari usaha ternak udang itu sendiri. Maka kali ini kita akan mencoba membantu Anda memahami lebih baik bagaimana menjalankan usaha ternak benur udang.

Benur udang sendiri adalah benih dari udang yang berukurankurang dari 1 cm. Bentuknya sempurna sebagaimana layaknya udang dewasa hanyasaja ukurannya relatif kecil, bahkan hanya berbobot sekitar 0,00 gram. Dalamsatu kali pembelian kita bisa mendapatkan setidaknya 10 ribu sampai 500 ribuekor benur udang.

Standar benur udang yang siap ditebar adalah benur pada usiaPL10 sampai PL 12. Artinya usia benur pada kisaran 10 – 12 hari pascaberkembang menjadi udang sempurna dan tidak lagi sebagai larva. Tetapi dipasaran, beberapa peternak udang membeli pula benur pada usia PL 8 dan PL 9karena harganya bisa lebih rendah.

 Potensi yang sangatbesar dengan peta persaingan terbatas, bukankah ini adalah ide usaha ternakyang menggiurkan. Faktanya banyak pelaku usaha udang justru takut memasukipasar ini. Karena mereka beranggapan usaha ternak benur udang riskan rugi.Rendahnya daya tahan benur menyebabkan tingkat kematian dan kerusakan benurrelatif tinggi.

Sebenarnya, dengan menjalankan teknik peternakan yang tepat,usaha ternak benur udang dapat dijalankan dengan lebih rendah resiko. Daninilah yang akan coba kami gambarkan untuk Anda.

Hal pertama yang perlu Anda siapkan adalah kolam. Di dalamusaha ternak benur udang, Anda harus setidaknya memiliki 5 kolam berukuransekitar 2 x3  meter atau maksimal di kisaran3 x 3 meter atau 3 x 4 meter.

Gunakan filter untuk menjaga kebersihkan udang, pasangsistem pompa oksigen dan terapkan sistem sirkulasi air yang sangat ringan untukmencegah terbentuknya arus berlebihan yang dapat merusak larva.

kolam dapat dibuat dari terpal atau dinding semen supayabebas dari efek kontaminasi tanah. Bersihkan kolam dengan baik, lalu isi denganair yang sebelumnya sudah diendapkan dalam 2 tahapan.  Tambahkan garam lebih dari sekedar standar airpayau, karena pada dasarnya proses pemijahan dan perkembangan larva di alamterjadi dikawasan laut dan bukan di muara.

Tahapan pertama diendapkan selama kisaran 10 – 15 hari dalamwadah terbuka supaya kotoran dan senyawa kimia tidak organik di dalamnya dapatterendap di dasar. Lalu pindahkan air ini pada wadah kedua untuk difermentasi selamakisaran 15 hari dengan molase sampai terbentuk endapan hijau yang artinya air sudahkaya akan plankton.

Kolam yang sudah diisi dengan air hasil endapan inidigunakan untuk beberapa fungsi. Kolam pertama untuk pemijahan udang indukandan pejantan berkualitas. Tambahkan pakan kaya protein untuk membantuk prosespembuahan. Bila pemijahan berjalan baik, dalam 3 hari telur dengan larva kecilterlihat di dalamnya.

Perlahan, pindahkan telur ini ke kolam berikutnya. Telur disini disebut dengan Naupli dengan ukuran mikro sekitar  0,32-0,58 mm. Anda tidak perlu memberikan pakandalam fase ini, malah upayakan air tidak keruh supaya mudah untuk diamati.Diamkan sampai tampak bentuk larva keluar dari telur dengan bentuk berbukumikro.

Setelah kisaran 1 hari Naupli akan berkembang menjadi larvaZoea dengan ukuran 1,05-3,30 mm. Bentuk buku-buku dan antena kecil dari udangmulai terlihat, tetapi keseluruhan udang masih dalam bentuk larva. Diamkanselama 4 – 5 hari.

Setelah ini pindahkan pada kolam ketiga, untuk prosespembentukan larva menjadi PL. Lakukan hati-hati, karena larva relatif sensitifdengan stress dan ketidak nyamanan. Selama periode ini larva akan berkembanghingga ukuran 3,50-4,80 mm.

Perlahan larva akan terlihat memiliki ekor, kepala danantena yang sempurna. Beberapa kaki perlahan mulai terbentuk sampai akhirnyaseluruh selubung dan formasi larva hilang dan menampakan udang sempurna.Saatnya untuk dipindahkan pada kolam berikutnya.

Udang sudah berkembang menjadi benur dan cenderung lebihagresif makan. Sehingga bila tidak cepat dipindahkan akan menjadi kanibalterhadap larva udang di sekitarnya. Besarkan selama setidaknya 10 hari sampaiberkembang menjadi benur udang PL 10.

Memasuki usia panen, Anda siap memindahkan benur ke kolampenjualan. Biasakan untuk tidak menampung benur dalam jangka panjang karenabenur yang berkembang terlalu besar akan berubah menjadi bibit dan pasaranbibit cenderung terbatas.

Itulah beberapa gambaran mengenai bagaimana menjalankan usaha ternak benur udang. Pastikan untuk menjalankan usaha ternak dengan cermat, detail dan teratur karena ini menjadi kunci dari keberhasilan usaha ternak benur udang.

Baca Juga : Analisa Usaha Budidaya Udang Vaname