Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam Broiler

Cara Terbaik Pengendalian Hama & Penyakit Ayam Broiler

Posted on

Hama dan Pengendalian Ayam Broiler

Seperti pada pemeliharaan ayam broiler pada umumnya, beberapa hama yang potensial menyerang broiler di antaranya tikus, musang, ular, dan biawak. Jenis hama yang sering menyerang tergantung pada lokasi kandang serta banyaknya hama bersangkutan di lokasi kandang tersebut.

Secara umum, pengendalian hama dilakukan dengan cara menjaga kondisi kandang agar senantiasa tertutup rapat sehingga tidak memungkinkan hama masuk ke dalam kandang dan memangsa ayam broiler. Apabila terjadi kerusakan kecil di dalam kandang, sebaiknya Anda segera perbaiki sehingga tidak memunculkan lubang yang bisa menjadi jalan masuk hama.

Selain kandang, lingkungan di sekitar kandang juga harus dalam kondisi bersih dan rapi. Semak belukar di sekitar kandang sebaiknya dihilangkan sehingga tidak dijadikan sarang hama.

Penyakit dan Pengendalian Ayam Broiler

Dari beberapa pengalaman para peternak ayam broiler, penggunaan probiotik dan herbal dari awal serta diberikan secara teratur dan terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh ayam hingga mampu menekan serangan penyakit.

Salah satu contoh, pemberian probiotik secara teratur dapat mengatasi gejala dari serangan penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD) atau biasa dikenal dengan ngorok pada ayam

Adapun serangan penyakit lain pada pemeliharaan ayam broiler kualitas organik terkadang masih terjadi perbedaan manajemen kandang pada setiap daerah. Faktor cuaca dan lingkungan yang kurang baik juga dapat berpengaruh terhadap tingkat serangan penyakit. Untuk mengendalikan serangan penyakit yang terlanjur menyerang, probiotik dan herbal dapat diberikan secara intensif. Dosisnya ditingkatkan hingga 2 atau 3 kali dosis normal.

Pada beberapa kasus, ada juga yang terserang penyakit pada pemeliharaan broiler di antaranya tetelo dan gumboro. Pada kasus ini biasanya terjadi dikandang yang manajemen kandang kurang memahami atau tidak menjalankan teknik beternak broiler kualitas organik dengan baik.

Berikut penjelasan singkat tentang kedua penyakit tersebut beserta pencegahan dan pengendaliannya :

1. Newcastle Disease (ND) atau Tetelo

Gejala

Leher ayam akan terpelintir dengan kepala terangkat. Ayam sering kejang-kejang, sulit bernafas, lesu, dan lebih banyak diam. Sayap terkulai, serta jengger dan kepala membiru. Kotoran ayam yang terserang juga encer dan memiliki warna yang kehijauan.

Pengendalian

Untuk saat ini, belum terdapat obat untuk mengatasi serangan tetelo. Pencegahan menjadi kunci untuk menghindari kerugian akibat dari penyakit ini. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan vaksin secara teratur. Sementara itu, pada pemeliharaan broiler organik, serangan tetelo bisa dihindari dengan melaksanakan manajemen kandang dengan baik dan disiplin sesuai ketentuan yang sudah diberikan sejak,

2. Infectious Bursal Disease (IBD) atau Gumboro

Gejala

  1. Badan lesu disertai dengan hilangnya nafsu makan pada ayam
  2. Tubuh ayam akan bergetar dan geraknya tidak terkendali
  3. Diare yang berwarna putih
  4. Ayam mematuki dubur sendiri sehingga akan terjadi iritasi pada dubur.

Pengendalian

Penyakit ini belum bisa untuk disembuhkan. Pencegah bisa dilakukan dengan memberi vaksin  khusus gumboro. Selain itu, jaga kondisi kandang agar tetap bersih dan tidak lembap. Jaga tingkat kepadatan ideal di dalam kandang. Berikan pakan yang berkualitas untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hindari stres pada ayam dengan menjaga kondisi kandang selalu nyaman.

Sama seperti tetelo, untuk mencegah serangan gumboro pada pemeliharaan broiler organik bisa dilakukan dengan melaksanakan manajemen kandang dengan baik dan disiplin sesuai ketentuan yang sudah ada diberikan sejak awal.