Ayam Arab
Ayam Arab merupakan salah satu ayam hias

Mengenal Ayam Arab

Posted on

Dari namanya, pasti tak sedikit yang beranggapan bahwa ayam arab berasal dari Negara Arab.  Namun, ternyata nama saja yang Arab, Ayam ini sebenarnya berasal dari Negera Belgia. Ayam ini juga dikenal dengan nama silver brakel. Terdapat bulu yang unik pada bagian kepala yang arab yang nampak berwarna putih seolah-olah memakai jilbab. Jika dilihat dari jauh, bulu yang terdapat di kepala dan lehernya memang  terlihat seperti penutup hijab kepala wanita. Hal ini yang membuat ayam ini dikenal dengan ayam arab. Maka dari itu, akan baik jika kita mengenal ayam arab lebih dekat.

Sampai saat ini jenis ayam arab masih merupakan jenis ayam buras yang eksklusif. Penampilannya yang cantik menyerupai ayam hias, kemudian dari gerak geriknya terlihat gesit, sifatnya yang gemar bercengkrama, dan warna bulunya terlihat menarik dengan warna keperak perakan. Maka dari itu, tidaklah terlalu membuat kita heran jika ada yang mengandangkan ayam ini sebagai pajangan di halaman rumah.

Jika dilihat dari potensi pasar, ayam arab ini memiliki permintaan yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan tingkat produktivitas telurnya. Jika ayam kampung biasa produksi telurnya hanya mencapai rata-rata 30% setahun, sedangkan ayam arab dapat mencapai 60% setahun atau sekitar 225 butir telur. Kelebihan lainnya, ayam ini tidak memiliki sifat mengera, jadi sangat mirip dengan ayam ras. Frekuensi bertelurnya juga dapat berlangsung sepanjang waktu. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan ayam kampung atau jenis ayam buras lain nya yang harus berhenti bertelur ketika masa mengeramnya tiba, yaitu setelah bertelur 12 hingga 20 butir.

Ayam arab mulai dapat berproduksi pada umur 4,5 – 5,5 bulan, sedangkan ayam kampung setelah berumur 6 bulan. Pada umur 8 bulan, produksi telurnya mencapai puncak. Pada umur 1,5 hingga 2 tahun, biasanya ayam arab sudah bisa diafkir dan diganti dengan petelur baru yang masih segar. Ayam arab yang telah afkir dapat dijual sebagai pedaging. Namun jika dibandingkan dengan harga ayam kampung, ayam arab ini memiliki harga yang lebih murah dikarenakan memiliki tubuh yang relatif lebih kecil dibanding dengan ayam kampung.

Dari sisi harga , ayam arab yang afkir memanf memilih harga yang rendah. Akan tetapi dari sisi pemiliharaan, sosoknya yang kecil menjadikan ayam aram ini lebih ringkas untuk dikandangkan dan membutuhkan pakan yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan rata-rata ayam kampung, yaitu berkisar 85 gr/ ekor/ hari. Dengan persilangan yang intensif, sebenarnya kekurangan bobot ayam arab ini dapat didongkrak, sehingga harga jual ayam afkirnya menjadi sama dengan ayam kampung.

Jika anda melihat dari penampilan tubuhnya, tinggi ayam arab jantan dewasa bisa mencapai 35 cm dengan berat berkisar 1,5 hingga 2 kg. Kepala ayam arab ini mempunyai jengger yang berbentuk bergerigi dan tunggal. Ayam ini memiliki bulu yang tebal. Bulu disekitar leher berwarna kuning putih dan putih kehitaman. Kokok suara ayam jantan nyaring seperti ayam katai. Sedangkan ayam arab yang betina jika dewasa memiliki tinggi mencapai 25 cm dengan bobot berat sekitar 1,0 hingga 1,5 kg. Kepalanya berjengger tipis dan juga bergerigi. Badannya memiliki tubuh yang tebal. Selama usia produktif yakni antara 0,8 hingga 1,5 tahun, ayam arab betina dapat terus menerus bertelur sehingga hampir setiap hari menghasilkan telur.