Kandang Sapi Potong
Kandang Sapi Potong

Belajar Sistem Kandang Sapi Potong

Posted on

Pemiliharan sapi tidak terlepas dengan bagaimana anda membuat kandang sapi potong yang baik sehingga menghasilkan sapi potong yang produktif. Pemeliharan sapi dengan sistem perkandangan lebih banyak dilakukan oleh pembesaran sapi secara intensif maupun semi intensif. Dikarenakan kehidupan populasi sapi terbatasi oleh areal yang berbentuk pagar atau kandang, maka mesti dibuat suatu sistem kandang sapi potong agar populasi ternak dan kondisi ternak terpantau dengan baik. Berikut beberapa sistem perkandangan yang sering dijumpai oleh usaha pembesaran sapi  potong  :

Kandang bebas atau koloni

Kandang bebas ini merupakan barak atau areal yang cukup luas dengan atas di atasnya. Kandang ini dapat ditempati oleh populasi sapi tanpa adanya sekat atau batasan. Hal ini membuat sapi dapat bergerak bebas didalam kandang. Kandang koloni hanya terdiri dari satu bangunan , namun dapat digunakan oleh  jumlah sapi yang cukup banyak. Misalnya anda membangun kandang koloni dengan ukuran 7 x 9 m, kandang tersebut dapat menampung 20 hingga 24 ekor sapi. Biasanya sapi harus beradaptasi terlebih dahulu dengan tinggal dalam kandang dalam waktu kurang lebih satu minggu.

Pembesaran sapi didalam Kandang koloni  dapat menyebabkan beberapa hal, diantaranya :

  • Dalam proses pembangunannya menggunakan biaya, namun masih relatife lebih murah dibandingkan dengan anda membangun kandang individu.
  • Penggunaan tenaga kerja yang lebih sedikit
  • Kandang mudah untuk dilakukan renovasi atau perubahan
  • Sapi mudah saling beradu
  • Mudah untuk menditeksi birahi

Kandang tunggal atau individu

Kandang individu dari kandang sapi potong merupakan pemiliharaan ternak disuatu areal terbatas dan ruang gerak ternak yang terbatas, sehinga sulit untuk bergerak. Salah satu yang  biasa digunakan untuk pembatasan yaitu berupa sekat-sekat. Setiap sekat ditempati oleh satu ekor sapi. Sapi kemudian ditambatkan dengan tali pada patok yang tersedia. Sapi hanya dapat bergerak ke depan dan ke belakang serta hanya bisa duduk.

Jika jumlah sapi yang dipelihara terbilang banyak, maka kandang tungga baiknya anda bangun dengan berderet-deret membentuk suatu kumpulan. Satu kumpulan kandang untuk usaha penggemukan komersial biasanya terdiri dari 24 kandang tunggal. Apabila kumpulan kandang tunggal tersebut memiliki empat kelompok maka disebut satu unit. Maka dari itu dengan satu unit kandang penggemukan dapat terdiri dari 4 x 24 sehingga totalnya 96 kandang tunggal.

Untuk setiap satu ekor sapi yang digemukkan dapat membutuhkan kandang tunggal dengan luas  3,75 m2. Dengan kandang seluas itu dapat dibuat dengan Panjang 2,25 m, lebar 1m, dan tinggi 2 hingga 2,5 m. Ukuran kandang tersebut dapat pula anda gunakan untuk penggemukkan untuk berbagai jenis sapi lainya, seperti sapi bali, jenis sapi eropa, maupun brahman cross.

 

Adapun setelah anda membangun kandang, sebaiknya memperhatikan cara penempatan sapi dalam kandang individu. Beberapa caranya sebagai berikut :

  • Stall tunggal, yakni kandang dengan menempatkan sapi dalam satu baris dana rah kelapa dengan posisi yang sama. Susunan ini biasanya hanya untuk jumlah sapi yang sedikit.
  • Stall ganda face to face, yakni kandang dengan penataan sapi dua baris, dimana kelapa sapi saling berhadapan. Disetiap baris terdapat jalur untuk pakan dan minum. Diantara kedua barisan sapi tersebut dibatas dengan jalan yang berguna sebagai lalu lintas dalam pemberian pakan dan minum.

Stall ganda tail to tail, yakni kandang dengan penataan sapi dua bari, posisi ekor sapi saling bertolak belakang. Diantara kedua barisan sapi tersebut dibatas dengan lajur tempat pembuangan kotoran dan jalan untuk berlalu lintas.